Beragam Manfaat Jengkol Untuk Kesehatan

Beragam Manfaat Jengkol Untuk Kesehatan

Masih banyak orang yang tidak menyukai jengkol atau petai maupun yang sejenisnya. Alasannya sama, yakni karena baunya yang sangat menyengat, terutama ketika sedang buang air kecil, baunya sangat menyengat dan membuat tidak nyaman. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang gemar menyantap makanan ini karena jengkol bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang memiliki cita rasa lezat dan tentu saja mampu menggugah selera. Misalnya gulai jengkol, sambal, semur rendang jengkol dan lain-lain.

Selain rasanya yang cukup lezat, gurih dan khas, manfaat jengkol ternyata sangat baik untuk kesehatan lho. Bagi kamu yang kurang menyukai maupun penggemar jengkol, kamu harus mengetahui beberapa manfaat baik dalam mengonsumsi jengkol untuk kesehatan. Berikut dibawah ini:

Mencegah Tulang Rapuh dan Memperkuat Tulang dan Gigi

Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang di tubuh kamu menjadi lebih kuat.

Menstabilkan Organ Vital di Dalam Tubuh

Organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil ketika tubuh memenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Situasinya berbeda jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tidak heran jika ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang kaya asam folat untuk perkembangan janin. Salah satu contoh makanan yang kaya asam folat adalah jengkol. Namun perlu diingat bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah sedang. Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi berlebihan jengkol akan kurang baik efeknya pada ginjal.

Mencegah Penyakit Maag

Memiliki kebiasaan menunda makan atau telat makan akan menyebabkan penyakit maag. Jika kamu memiliki mag, maka akan berdampak pada lambung dan tentu saja akan sangat berbahaya. Manfaat makan jengkol secara rutin ternyata bisa mencegah penyakit maag. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang makan jengkol cenderung terlindungi dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti maag.

Sumber Protein

Seperti yang kamu ketahu bahwa tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup. Umumnya, kamu mendapatkan asupan protein tersebut dari daging, tahu, tempe, susu, dan makanan lainnya. Tahukah kamu bahwa jengkol bisa menjadi sumber protein lho? Kandungan protein pada jengkol juga dipercaya melebihi kandungan protein dalam kacang hijau. Akan tetapi, yang perlu kamu perhatikan adalah jangan mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan konsumsilah dalam jumlah yang wajar. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,

Mengatasi Jantung Koroner

Jengkol adalah makanan yang bersifat diuretik (pembuangan urine menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita penyakit jantung.

Merampingkan Perut

Jengkol juga bisa membantu merampingkan perut buncit. Kandungan serat yang tinggi dapat melancarkann BAB sehingga secara tidak langsung membuat perut menjadi langsing. Salah satu penyebab perut buncitnya seseorang adalah karena buang air besar tidak lancar dan tidak teratur.

Membantu Pembentukan Jaringan tubuh

Kandungan protein tinggi dalam jengkol dapat membantu pembentukan jaringan di dalam tubuh. Kandungan protein jengkol jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan keledai.

Beragam Manfaat Jengkol Untuk Kesehatan

Menangkal Radikal Bebas

Jika tubuh kekurangan antioksidan, maka racun atau radikal bebas akan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Sebaiknya, mulai sekarang kamu rutin mengonsumsi jengkol. Hal ini dikarenakan jengkol mengandung banyak antioksidan yakni polifenol, terpenoid, dan alkaloid yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya.

Membantu Pertumbuhan Tulang Dan Gigi Pada Janin

Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan. Tumbuhnya tulang dan gigi bisa berjalan maksimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dalam jengkol.

Mencegah Cacat Pada Bayi

Kandungan asam folat dalam jengkol juga dapat mencegah cacat bawaan pada bayi.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Khasiat jengkol lainnya adalah dapat mengontrol kadar gula darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jengkol mengandung gula yang ‘ramah’ bagi penderita diabetes. Gula dalam jengkol adalah gula yang paling mudah diurai sehingga aman bagi penderita diabetes.

Berbeda dengan gula pada makanan lain seperti makanan yang mengandung karbohidrat. Gula yang mudah terurai di jengkol kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Akibatnya, stamina tubuh akan meningkat. Proses penguraian gula sempurna tidak akan menyebabkan timbunan gula darah di dalam tubuh.

Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah

Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi lancar. Kandungan mineral dalam jengkol itu dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan mencegah pembuluh darah menyempit kembali. Nah, agar khasiat jengkol menjadi optimal, sebaiknya jangan memasak jengkol terlalu matang.

Mencegah Anemia

Jengkol juga kaya zat besi di mana zat besi merupakan peran yang sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam tubuh. Kamu tentu tahu bahwa ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah akan berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh juga akan berkurang.

Efek kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan fungsi atau kinerja sel. Tidak heran jika seseorang memiliki kekurangan zat besi, dia akan terlihat lemah, mudah lelah, dan putus asa. Nah, bagi kita para wanita, ketika sedang menstruasi, mengonsumsi jengkol sangat disarankan agar tubuh kita tidak kekurangan zat besi karena jumlah darah menstruasi keluar dari tubuh.

Mencegah Diabetes

Hebatnya, jengkol dapat mencegah timbulnya diabetes. Jengkol memiliki zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lainnya. Zat itu disebut asam Jengkolat. Asam jengkolat ini membentuk kristal yang tidak larut oleh air. Karena sifat diuretik jengkol ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami gangguan ginjal. Dikhawatirkan ginjal tidak akan bisa menyaring buah jengkol asam jengkolat. Akibatnya ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat yang sulit berhentinya buang air kecil.

Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

Wanita hamil sering mengalami konstipasi. Kandungan serat dalam jengkol dapat mengatasi masalah konstipasi. Dengan kata lain, serat dalam jengkol membantu pencernaan dan buang air besar. Tapi tetap tidak terlalu banyak mengonsumsi jengkol ya. Makan jengkol sesuai dengan jumlah yang disarankan.

Cara Mengatasi Bau Jengkol

Dibawah ini ada beberapa yang bisa kamu praktikkan untuk mengatasi bau jengkol yang semriwing, bisa juga kamu aplikasikan untuk menghilangkan bau petai atau yang sejenis.
  1. Menghindari makan jengkol mentah sebagai lalapan
  2. Sikat gigi setelah makan jengkol dan bilas dengan air hangat dicampur dengan sedikit garam.
  3. Gosok gigi dengan bubuk kopi lalu bilas dengan air bersih
  4. Berkumur dengan rempah yang dihaluskan, seperti jahe, cengkeh, kencur dan lain-lain
  5. Mengonsumsi daun kemangi saat makan jengkol

5 comments

  1. Rasa jengkol memang lezat. Yang paling aku suka adalah jengkol disambal.. yummy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, pokoknya kalau makan sambal jengkol pakai nasi putih hangatbisa nambah berapa piring

      Delete
  2. Nggak salah aku suka jengkol hahahaha

    ReplyDelete
  3. Kalau saya emang olahan jengkol mulai dari sambal goreng jengkol, semur sampai lalap pakai jengkol wah enak sekali hanya sudah makan harus ekstra membersihkan bau mulut he he

    ReplyDelete