Pinjam Uang Mudah dan Cepat di Era Digital


Kebutuhan hidup seseorang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Ada sebagian orang yang memiliki kebutuhan cukup banyak, namun ada juga sebagian orang yang memiliki kebutuhan hidup yang sedikit. Kebutuhan hidup ini yang akan berpengaruh pada pengeluarannya yang dapat ditentukan dari beberapa hal, seperti di bawah ini.

Status
Status adalah salah satu hal yang paling berpengaruh dalam menentukan kebutuhan hidup seseorang. Seseorang yang memiliki status single atau masih sendiri, akan berbeda kebutuhannya dengan seseorang yang sudah berstatus menikah atau berkeluarga. Seseorang yang memiliki status single hanya tertuju pada kebutuhan-kebutuhan dirinya secara pribadi, tidak menyangkut orang lain. Lain halnya dengan seseorang yang telah menikah, maka harus dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga., mulai dari istri hingga anak-anak.

Tanggungan
Banyak orang yang walaupun memiliki status single alias masih sendiri, tetapi memiliki tanggungan yang juga harus dipenuhi kebutuhannya. Contohnya adalah seorang anak pertama dalam sebuah keluarga yang memiliki satu atau beberapa orang adik, sementara dalam keluarga tersebut tidak lagi dapat mengandalkan pendapatan dari kepala keluarga. Walaupun single, kebutuhannya hampir sama saja dengan orang yang sudah menikah karena harus menanggung kebutuhan hidup anggota keluarga yang lain. Anggota keluarga yang menjadi tanggungannya tersebut bisa saja masih berstatus sebagai siswa sekolah maupun mahasiswa.

Gaya Hidup
Gaya hidup sangat mempengaruhi kebutuhan hidup seseoarang. Mengapa? Karena gaya hidup akan mempengaruhi besar pengeluaran yang harus dikeluarkan seseorang sesuai dengan gaya hidup yang dimiliki. Seseorang yang memiliki gaya hidup sederhana alias biasa-biasa saja, tentu akan berbeda kebutuhannya dengan seseorang yang memiliki gaya hidup mewah dan suka berfoya-foya. Orang-orang dengan gaya hidup sederhana biasanya hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok saja, seperti sandang pangan dan papan serta beberapa kebutuhan sekunder seperti alat transportasi dan alat komunikasi. Namun, orang dengan gaya hidup mewah, tidak hanya terbatas pada kebutuhan primer dan sekunder saja, tetapi juga kebutuhan yang sifatnya tambahan atau tersier. Contoh dari kebutuhan tersier atau tambahan dari gaya hidup seseorang yang berlebihan ini adalah berbelanja barang-barang mewah seperti tas, sepatu dan kosmetik mahal. Ada beberapa hal yang mempengaruhi mengapa seseorang memiliki kebutuhan hidup yang tinggi karena gaya hidup, salah satunya karena lingkungan.

Gaji
Gaji seseorang dari suatu pekerjaan akan sangat berpengaruh pada besar kebutuhan yang harus dikeluarkan. Biasanya, seseorang akan pintar-pintar dalam menyesuaikan gaji yang diterimanya dengan kebutuhan yang harus dikeluarkannya.  Seseorang dengan gaji yang rendah biasanya hanya menargetkan pada kebutuhan yang benar-benar pokok. Seseorang dengan gaji di atas rata-rata biasanya akan mengeluarkan uang untuk kebutuhan lain seperti tabungan maupun asuransi. Namun, banyak juga orang yang gajinya menyesuaikan kebutuhannya, buka lagi kebutuhan yang menyesuaikan gaji.

Status Pekerjaan
Status pekerjaan dan kebutuhan berkaitan erat, terutama dengan gaji. Seseorang yang berstatus karyawan dalam pekerjaan, kebutuhannya pun tidak akan banyak karena gaji yang diterimanya pun tidak banyak. Seseorang dengan status pekerjaan di atas karyawan, tingkat kebutuhannya mungkin lebih tinggi karena gajinya pun lebih tinggi. Selain pekerjaan, status seseorang sebaga mahasiswa pun dapat menentukan kebutuhannya. Mahasiswa biasanya penuh perhitungan dalam menngeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhannya, terutama yang merantau di kota lain.

Pengeluaran Tak Terduga
Baik sebagai mahasiswa maupun pekerja, pengeluaran tak terduga bisa datang kapan saja. Ada beberapa peristiwa yang terjadi yang sering kali memaksa seseorang untuk mengeluarkan biaya lebih yang datang tiba-tiba. Sayangnya, banyak orang sekarang ini tidak memiliki persiapan dana tak terduga yang cukup atau yang khusus disediakan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang tidak memiliki simpanan untuk kebutuhan tak terduga.

Penghasilan Pas-pasan
Penghasilan seseorang sering kali terlalu pas-pasan untuk bisa disisihkan sebagai simpanan jikalau ada keperluan tak terduga. Penghasilan ini biasanya sudah sangat cukup bahkan sangat mepet untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Banyaknya Anggota Keluraga
Walaupun seseorang memiliki penghasilan di atas rata-rata, belum tentu dapat menyisihkannya untuk simpanan kebutuhan tak terduga. Hal ini bisa disebabkan antara lain karena banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan, sehingga gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Memiliki Hutang
Di zaman yang memiliki tingkat gaya hidup cukup tinggi, seseorang kadang lebih memilih berhutang agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Contohnya, seseorang dengan gaji pas-pasan ingin memiliki motor atau mobil. Karena tidak mungkin membayar dari gaji yang diterima, maka memilih berhutang, sehingga tak lagi memiliki simpanan untuk pengeluaran tak terduga yang bisa datang kapan saja. Hal ini menjadi kebiasaan yang buruk di masyarakat kita, karena masyarakat sering kali mengutamakan gengsi dari pada kebutuhan yang sebenarnya.

Ada beberapa peristiwa yang menjadi faktor munculnya pengeluaran tak terduga, antara lain :

Sakit
Sakit adalah suatu hal yang tidak dapat ditolak datangnya. Sakit bisa datang kapan saja dan dimana saja, bisa karena faktor alam maupun karena kecelakaan. Sakit adalah salah satu keadaan yang sering kali membuat seseorang terdesak untuk segera membayar biaya pengobatan, namun sayangnya tak semua orang menyiapkannya dari jauh-jauh hari.

Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan menjadi salah satu kebutuhan tak terduga yang sering kali membuat banyak orang tua kebingungan. Biaya pendidikan yang semakin tinggi dengan segala rinciannya ini, terkadang datang ketika dana belum siap terkumpul. Contohnya, ketika jatuh tempo pembayaran uang bulanan sekolah datang, namun orang tua belum memiliki biaya yang cukup. Contoh yang lain adalah sumbangan gedung untuk sekolah yang nominlanya kian mencekik para orang tua.

Di era yang sudah sangat modern seperti sekarang ini, mencari pinjaman uang tak lagi sulit dan lama. Saat ini sudah ada Monily Pinjaman yang siap membantu kesulitan finansial Anda di saat-saat darurat. Anda tidak lagi harus pergi ke bank dan mengantri lama untuk bisa memperoleh pinjaman di saat-saat darurat, seperti untuk biaya menebus obat, biaya rumah sakit, biaya sekolah, dan lain-lain tetapi Anda dapat memanfaatkan gadget Anda. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa memperoleh pinjaman? Anda hanya perlu menghubungi call center yang sudah tersedia, kemudian mengisi form pengajuan pinjaman sesuai prosedur dengan berbagai pilihan jenis pinjaman. Ada beberapa jenis layanan pinjaman yang disediakan seperti pinjaman uang cepat, kredit cepat, kredit online, pinjaman tanpa kartu kredit, pinjaman online pribadi, pinjaman tanpa jaminan, pinjaman dana cepat, cara pinjaman uang tanpa syarat, dan pinjaman uang tanpa agunan. Setelah memiliki jenis pinjaman apa yang Anda inginkan sesuai kebutuhan, Anda dapat menerima uang pinjaman langsung di rekening Anda. Layanan ini tersedia mulai dari pukul 08.00 pagi sampai 20.00 malam. Dapat dikakses oleh siapa saja, tentu saja dengan ketentuan yang tetap berlaku, seperti Anda termasuk warga negara Indonesia (WNI), berumur minimal 22 tahun dan kontak saudara tidak serumah. Mudah cepat dengan Monily.

20 comments

  1. Hmm,, boleh nih kalo suatu saat perlu dana cepat, jadi tanpa proses yang lama, masalah bisa selesai :D

    ReplyDelete
  2. Lagi cari modal yang tanpa bunga. Coba ngobrol cantiklah ke CS-nya :D

    ReplyDelete
  3. Bisa dicoba deh ini waktu tanggal tua datang menghantui. :3

    ReplyDelete
  4. Asal jangan BPJS aja ya mba, budget pas pas an, jiwa sosialita. Yang ada terjerat hutang terus hehehe

    ReplyDelete
  5. Kalau krn tanggungan dan kondisi darurat kyk sakit mungkin msh dimaklumi ya. Yg gak banget kalau krn gaya hidup yg gk sesuai ma pendapatan aslinya. Bnyk org kyk gtu, keliatan mampu gk taunya utang banyak di sana sini. Moga kita semua selalu sehat, punya banyak rezeki, dan mampu menabung aamiin :D

    ReplyDelete
  6. wahh bagus juga nih ide dan inovasi dari Monily Pinjaman karena sangat bermanfaat dan bisa membantu orang yang dalam kesulitan. Tapi bagaimana prosedur dan verifikasinya mba? Takutnya disalahgunakan dan/atau malah dibawa kabur uangnya

    ReplyDelete
  7. Betul bgt bnyak faktor yg berpengaruh sm kebutuhan. Bagibyg sedang butuh bgt yang monily ini ckup membantu ya, tp semoga kita dijauhkan dari hutang ngeri ga bisa bayar.. Hhe

    ReplyDelete
  8. Yang paling dikhawatirkan yaitu gaya hidup. Kalau faktor yang lain, memang gak terduga, tapi kalau gaya hidup, harusnya kita yang bisa mengendalikannya. Dan biasanya, gara-gara gaya hidup, malah menambah hutang.

    ReplyDelete
  9. Di era digital ini semua serba mudah dan cepat.
    Sangat membantu bagi mereka yg mmg sdg butuh dana dan tidak ada sodara, teman yang bantu.

    ReplyDelete
  10. Pas urgent, keluarga ada yang sakit, pinjaman kaya gini ngebantu banget. Tapi kalau buat gaya hidup, yang ada capek bayar hutang doank

    ReplyDelete
  11. Semakkin banyak e comarce yang keren, mereka menemukan berbagai cara yang memudahkan orang. Dengan beberapa kali klik beragam kesukitan yang menghambat dari jasa transportasi sampai bersih-bersih rumah bahkan urusan keuangan mendapat bantuan...

    ReplyDelete
  12. zaman serbah canggih banget yaa sekarang wkwkwk aku jadi gimana gitu deh. pas kalo lagi kepepet ya kayanya wkwkwk

    ReplyDelete
  13. wah, semakin mudah ya dengan adanya pinjaman online gini, kalau mepet butuh uang tanggal tua bisa, nih, walaupun sebenarnya diusahakan jangan berhutang tapi menggunakan dana cadangan

    ReplyDelete
  14. Memang bener tuh lagi butuh malah proses suka ribet. Beruntung jaman now banyak app yang ngga ribet. Tapi emang harus disiplin bayar sih. Karena pastinya ada konsekuensi misal bunga yang lebih tinggi dst. Harus siap juga.

    ReplyDelete
  15. Bisa dimanfaatkan layanannya kalo lagi kepepet banget dan menurutku prosedurnya praktis dan canggih juga, udah dilakukan secara online untuk pendaftarannya.

    ReplyDelete
  16. Aku paling takut minjem uang. Soalnya takut ga bisa bayar... kecuali kalau super kepepet itu juga minjem sama orang deket dulu ehehe

    ReplyDelete
  17. Kebutuhan mendesak kalo.lagi ga ada dana yg mendesak juga nyeremin ya, walaupun sekarang udah canggoh banhet buat minjem uang, tetep aja kalo nggak kebiasa minjem bakalan nggak enak :(

    ReplyDelete
  18. Wah aku baru tau kl ada pinjaman yg nggak ribet gini.. Emg sih biaya yg tak terduga tu kdg bikin spot jantung, hhh
    Aplagi kl biaya untuk berobat, ya kan sakit nggak ada yg tau waktunya kapan bisa mendadak dan pas kita nggak ounya duit :(

    ReplyDelete
  19. Halo,
    Ini untuk memberi tahu masyarakat umum bahwa Mr.John kerry jemmy, pemberi pinjaman pribadi memiliki kesempatan finansial untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan, pinjaman investasi, pinjaman investasi, konsolidasi hutang dan banyak lagi. Sudahkah anda ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Jangan melihat lebih jauh, karena kami berada di sini untuk semua masalah keuangan Anda, kami memberikan pinjaman dengan tingkat suku bunga 2% kepada perorangan dan perusahaan dalam persyaratan dan ketentuan yang jelas dan dapat dimengerti. Tidak memerlukan cek kredit, dijamin 100%. Hubungi kami hari ini dan Anda akan dengan senang hati melakukannya karena kami berada di sini untuk melakukan semua masalah sejarah keuangan Anda.

    Kirimkan kami email ke: ([email protected])

    ReplyDelete
  20. Halo,
    Ini untuk menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa Nyonya Rose Badmus, pemberi pinjaman swasta telah membuka peluang keuangan bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman kepada perorangan, perusahaan, dan perusahaan dengan persyaratan dan ketentuan yang jelas dan mudah dimengerti, hanya suku bunga 2%. hubungi kami hari ini melalui e-mail sehingga kami dapat memberikan syarat dan ketentuan pinjaman kami di: ([email protected])

    ReplyDelete