Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

No

Dark or Light Style

Kue yang Aku Rindukan Saat Lebaran di Bengkulu


Apa yang ada di benak kalian saat terdengar kata Lebaran alias hari Raya idul Fitri?

Banyak hal tentu yang akan muncul di benak kita, bisa saja kita akan tersadar bahwa kita akan berpisah dengan bulan ramadhan, mungkin juga akan ada yang teringat kampung halaman, akan ada yang teringat dengan orang-orang terkasih atau berbagai hal lainnya. Kalau aku nih, yang muncul di benak saat terdengar kata lebaran adalah kue.

Astagah, maafkanlah. Ingat dengan ramadhan tentu sudah pasti, keluarga dan kampung halaman juga pasti. Tetapi tentu kue tidak bisa lepas dari itu semua, betul betul betul.

Lebaran agak kurang seru tanpa kehadiran kue-kue lucu, enak dan khas di keluarga.

Kalian punya yang khas-khas kan di keluarga saat lebaran? Kalau keluargaku punya sesuatu yang sudah mulai langka nih saat #lebarandibengkulu. Kami punya kue perut punai dan kue cucur bandan. Bagiku kedua kue ini khas sekali dan sangat dirindukan. Memang banyak yang menjual di pusat oleh-oleh Bengkulu, tetapi kalau buatan sendiri rasanya beda, entah kenapa.

Sebagai informasi untuk teman-teman pembaca, kue perut punai dan kue cucur bandannya bukan aku yang buat. Jangan sampai kalian salah paham hehheheee. Aku ini adalah bagian dari tim pencicip yang sangat menyenangkan. Aku dengan senang hati mencicip, memakan dan bisa saja kalap sampai menghabiskan kue-kue yang disajikan.

1. Kue Perut Punai
Kue perut punai berbentuk bulat kecil dan berwarna merah tua, warna merah didapat dari pemakaian gula merah di bagian luar kue. Rasanya manis dan krenyes-krenyes saat digigit, renyah-renyah gimana gitu. Oh ia, kue ini terbuat dari tepung beras yang digoreng. Jadi kalau makan perut punai dalam jumlah banyak kita bisa kekenyangan.



2. Kue Cucur Bandan
Berbeda dengan perut punai yang menggunakan gula merah di bagian luar kue. Gula merah di cucur bandan benar-benar bercampur dengan adonan kue dari awal. Untuk bahan dasar tetap sama, kue ini berbahan dasar tepung beras dan dimasak dengan cara digoreng.


Teringat sewaktu kecil sering bantu nenek di dapur membuat kue cucur bandan. Jangan ditanya bentuknya, cucur bandan buatanku dulu bentuknya lucu sekali (baca tak berbentuk).

Ada kesimpulan yang selalu aku ingat sewaktu lebaran. Berbagi saat lebaran itu tidak mesti berbagi THR lho. Kita biasa berbagi sepotong kue enak until orang yang datang ke rumah kita.

Kue yang kalian rindukan saat lebaran apa?

Tulisan ini dibuat dalam rangka menjawab tantangan #nulisserempak Blogger Bengkulu (BoBe) tentang #lebarandibengkulu
QuickEdit

You Might Also Like

No comments

Post a Comment

[name=Zefy Arlinda] [img=http://res.cloudinary.com/momsodell/image/upload/v1521166151/Zefy.jpg] [description=Hai Saya Zefy, Hobi Makan-makan | Memasak | Jalan-Jalan.] (facebook=https://www.facebook.com/arlindazefy) (twitter=https://twitter.com/zarlinda) (instagram=https://www.instagram.com/zefyarlinda/)