Kisah Perjalanan Astra Honda Motor Menemani Para Pendidik Bangsa

Pak Harpizi dengan Honda Supra Fit kebanggaannya
"Pak, kami kejar Bapak sampai ke sekolah ya. Ayoo kejar..............!" Teriak anak-anak SMPN 15 Seluma kepada guru-guru mereka yang mereka temui di jalan. Anak-anak itupun berlari mengejar gurunya ke sekolah dengan bahagia. 

Meskipun banyak para guru di sana harus menempuh perjalanan hingga lebih dari 50 km (100 km pergi pulang) perjalanan setiap harinya, mereka tetap berangkat dengan semangat. Mereka bertekad untuk mengabdi kepada bangsa dan ikut mencerdaskan anak bangsa di Desa Dusun Tengah itu. Para guru tidak perduli dengan jauh dan jeleknya jalan yang harus ditempuh setiap hari demi anak bangsa. Jangankan jalan jelek dan jauh, harimau yang terkadang meresahkan warga di kawasan itu saja tidak membuat niat mereka pergi mengajar menjadi surut. 

Perjalanan jauh tentu membuat para guru harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli bensin. Itulah yang menjadi alasan mengapa mereka memilih Honda untuk menemani mereka pergi dan pulang mengajar setiap harinya. Seperti waktu bertanya dengan Pak Harpizi mengenai alasan beliau memilih menggunakan Honda untuk mengajar beliau berkata: "Honda itu lebih hemat nak dibanding dengan yang lain. Kami harus menempuh perjalanan jauh setiap harinya dan gaji tetap begitu-begitu saja. Kami harus menggunakan kendaraan yang tangguh dan hemat." Beberapa kali orang mau membeli motor tuanya tetapi dia tidak mau, dia beralasan bahwa sudah begitu banyak cerita yang dia lalui dengan motornya dan dia tidak akan mau menjualnya.

Selanjutanya Pak Harpizi mengaku memilih motor Honda karena memang sudah mengenal motor Honda dengan baik sejak dia masa remaja. Orang tuanya yang juga berprofesi sebagai guru dan satu-satunya Penilik Sekolah (PS) di wilayah Seluma, pada tahun 1971 sudah menggunakan Honda sebagai media transportasi utama sebagai penunjang profesinya. Saat disinggung mengenai Astra Honda Motor ini, Pak Harpizi teringat dengan satu kalimat dari orang tuanya: "Aku senang nian la dapat meli motor Honda ni. Nido perlu temalam lagi pas ngawas ngan ngajagr dari satu sekolah ke sekolah lai tu, pacak baliak ke uma tiap aghri." Kalimat ini bahasa Indonesianya "Aku senang sekali sudah bisa membeli motor Honda. Tidak perlu bermalam lagi saat pergi mengawas dan mengajar dari satu sekolah ke sekolah lain, jadi bisa pulang ke rumah setiap hari."
Pak Jufrimen dan Pak Hasibuan dengan motor Honda kebanggan mereka
Lalu di SMPN 15 Seluma ada pula Pak Jufrimen dan Pak Hasibuan. Dua sekawan ini melontarkan alasan yang sama mengapa mereka memilih menggunakan Honda sebagai kendaraan mereka ke sekolah. "Honda itu hemat. Bayangkan jumlah tetes yang bisa dihemat setiap hari, lama-lama jumlahnya banyak juga", begitu katanya.

Selain hemat Pak Hasibuan menambahkan bahwa beliau memilih honda karena Astra Motor Honda memiliki Astra Honda Motor (AHM) Oil yang bisa didapat di mana-mana. "Pakai motor Honda itu enak, kalau mau ganti oli tinggal mampir ke bengkel terdekat dan minta AHM Oil." Beliau yakin sekali kalau AHM Oil bisa melindungi dan menjaga performa mesin tetap optimal.

Pak Khoria Hasibuan dengan Honda Fit S Kebanggaannya
Jarak satu kabupaten dari Seluma ada Yulian Efendi, anak muda yang belum lama lulus dari salah satu universitas negeri di Indonesia dan sekarang memilih mengabdi tanpa pamrih di sebuah sekolah pedalaman di kabupaten asalnya, Kabupaten Kaur.

SDN 127 Kaur kekurangan guru dan sedikit susah diakses, tetapi anak-anak SDN 127 kaur memiliki semangat belajar sangat tinggi. Hal ini yang menjadi alasan Yulian mengabdi di SDN 127 tersebut. Menurutnya anak-anak tersebut patut didukung dan bentuk dukungan darinya adalah mengabdi di sana.

Sebagai tambahan informasi, jarak sekolah dari Kota Bintuhan (ibukota Kabupaten kaur) lebih kurang 32 km. Pejalanan dari Kota Kaur ke sekolah cukup aduhai, jalan yang harus ditempuh adalah jalan batu bercampur tanah liat dan berlobang, serta melewati hutan sejauh 8 km.

SDN 127 Kaur memiliki 92 siswa dengan 3 ruang kelas. Sebagai informasi 3 ruangan itu mencangkup kelas, kantor, perpustakaan, semuanya menyatu di sana. Ruangan tersebut dibagi menggunakan sekat papan, lantai bolong dan WC tanpa air karena sumber air jauh. Jangan tanyakan  masalah sinyal internet, saking jauhnya dari kota listrik saja tak ada di sini. 
Jalan yang harus ditempuh Yulian ke sekolah
Saat ditanyakan tentang bagaimana Yulian pergi ke sekolah, ternyata dia mengatakan memilih menggunakan motor honda. "Motor Honda itu hemat bensin dan bandel mbak, susah nanti kalau kendaraan yang saya gunakan boros bensin. Bagaimana kalau tiba-tiba saya kehabisan bensin atau rusak di perjalanan menuju sekolah, sedangkan posisinya saya kehabisan bensin di jalan kubangan di tengah hutan, bisa-bisa saya tidak jadi sampai ke sekolah".

Jika dipikir memang sebuah perjalanan menantang setiap pergi dan pulang mengajar dengan gaji yang bisa dibilang tidak ada menuntut Yulian memilih kendaraan tangguh lagi hemat. Dan pilihannya jatuh ke motor Honda.

Yulian dan seorang guru di SDN 127 Kaur dengan Honda kebanggaan mereka
Beralih ke Sekolah Menengah Kejuruan Putra Nusantara 4 (SMKPN 4) di Desa Kelindang, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebuah sekolah yang baru berdiri dan sangat membutuhkan guru-guru berhati tulus, karena harus mengajar dengan gaji hampir tak ada. Sekolah ini murni didirikan agar anak-anak di Desa Kelindang dan sekitarnya bisa sekolah. Perjalanan ke SMKPN 4 ini ditemukan pula bahwa para guru, serta staf bahkan siswanya menggunakan Astra Honda Motor.

Arif dan Wiwik dengan Honda kesayangan mereka
Sebut saja Wiwik, seorang staf tata usaha di SMKPN 4 yang berdiri tahun 2016. Wiwik mengatakan bahwa alasan mengapa dia menggunakan motor Honda karena motor Honda bisa dipakai di semua medan meski jalan berlumpur dan berkoral. Sedangkan kalau Arif, seorang siswa SMKPN 4 mengatakan memilih motor Honda karena hemat, jadi sangat membantu para pengguna di daerah pedalaman seperti dia yang sedikit sulit menemukan jualan bensin.

Yasrin dan motor kebanggaannya
Saat berjalan ke lapangan sekolah ada Yasrin yang sedang beristirahat seusai mengajar muridnya. Pelatih silat ini ternyata juga menggunakan motor Honda untuk membantunya sampai ke sekolah. Dia beralasan menggunakan Honda karena hemat dan keren, cocok untuk dibawa jalan kemana-mana. Maklumlah guru muda ini masih sama dengan anak muda yang lain, dia juga suka jalan-jalan. "Memilih motor yang hemat dan tahan banting di semua medan penting mbak, tetapi motornya harus tetap keren dong." Begitu keterangan pendek tapi lengkap dari Yasrin.

Perjalanan mencari kisah perjalanan Astra Honda Motor menemani para pendidik bangsa berlanjut ke kabupaten sebelah. Berjalan ke kabupaten sebelahnya kita akan mendapati sebuah kabupaten sejuk nan indah, Kabupaten Kepahiang. Pada perjalanan di Kabupaten Kepahiang didapati pula bahwa gurunya menggunakan Astra Honda Motor untuk berangkat mengajar. Sebut saja Ibu Melan Mardiati atau biasa disapa Ibu Melan. Ibu guru cantik ini memilih menggunakan Honda untuk menemani perjalanannya ke sekolah.

Melan mardiati dan Honda keren di sekolahnya
Katanya, "Motor honda itu keren, nyaman dan memudahkan para wanita." Sedikit berbeda dengan alasan sebelumnya di atas. Ternyata ada juga yang memilih menggunakan motor honda karena diaggap nyaman dan memudahkan pengguna. Benar juga, para pengguna motor matic akan merasa nyaman karena posisi duduk dan posisi stang yang pas. Lalu memudahkan karena motor ini memungkinkan kita membawa banyak barang,  jika ingin membawa barang pengendara motor matic tinggal melektakkan barang bawaan di bagian depan pengendara. Sangat cocok untuk para guru wanita yang sering mampir ke pasar sepulang dari mengajar.

Memang Astra Honda Motor sangat terkenal dengan "bisa digunakan di medan apapun, dalam kondisi apapun dan seperti apapun dari dahulu hingga sekarang". Dan satu hal yang didapat dari kisah perjalanan para guru di atas, bahwa tanpa disadari ternyata Astra Honda Motor telah menemani dan menjadi teman baik para guru dalam mendidik anak bangsa.

Disclaimer:
Foto-foto yang ada di dalam tulisan ini adalah foto asli, merupakan arsip pribadi penulis dan model serta sudah mendapat persetujuan dari model untuk diunggah di internet.

48 comments

  1. Masyaallah.. Honda memang keren. Andalan!

    ReplyDelete
  2. Orang dulu seringkali menggunakan kata honda untuk menyebut motor padahal merek motornya bukan honda heheh iya ga mbak zefy

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saking banyaknya yang menggunakan honda ya mbak

      Delete
  3. Produk-produk Astra emang keren, aku pake honda Revo, tangguh banget, jalan jelk ya dihajar aja, sama kayak Pak Harpizi di atas.. salutt dah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih sama, aku juga pake revo mbak, tos dulu ehehee

      Delete
  4. nanya, kak itu motor siapa ja, ijin ga pas motoin , hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee...itu motor mereka mbak dan udah izin kok :D

      Delete
  5. Luar biasaaaaa para guru dan astra

    ReplyDelete
  6. Dari dulu Astra honda motor memang pilihan terbaik. Itu ngeri-ngeri banget jalannya ya mbak, duh perjuangan guru-guru wajib diacungi jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mangkanya jadi membumi, bahkan seperti kata mbak Ika di atas. Banyak yang akhirnya menggunakan kata Honda untuk semua jenis motor

      Delete
  7. Jalanan di sana masih sangat jelek sekali ya mbak, harusnya pemerintah lebih memerhatikan krn ada guru yang ingin membuat anak-anak bangsa pintar

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, semoga ada aparat pemerintah yang melihat kondisi ini ya mas

      Delete
  8. Subhanallah perjuangan para dewan guru yang ingin membuat anak bangsa menjadi pintar. Astra memang semakin terbaik deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, aku kadang mikir ada apa orang-orang seperti mereka

      Delete
  9. Aku sering mewek liat para guru yang apapun kondisinya maju terus pantang mundur ke sekolah buat menyampaikan ilmunya. Alhamdulillah para guru ini bisa pake motor Honda ke lokasi sekolah meskipun kondisi jalannya memprihatinkan. Hidup guru Honda! 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sama mbak, walaupun tulisan ini baru mengangkat separoh dari guru di daerah aku dah mewek, ketik dikit mewek, ketik dikit mewek

      Delete
  10. Perjuangan guru-gurunya.. Huhu demi mencerdaskan anak bangsa, harus pantang menyerah walau banyak rintangan

    ReplyDelete
  11. Subhanallah perjuangan para guru di daerah terpencil, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa sebenarnya

    ReplyDelete
  12. Bapakku dulu juga penilik sekolah, mirip-mirip lah sama cerita diatas. Kalau berkunjung ke sekolah-sekolah pada musim hujan, jalanannya leleh semua. Untunglah jalanan di daerahku sudah lebih baik sekarang...

    ReplyDelete
  13. Wow,keren motor honda dipakai semua kalangan, bahkan para guru yang mesti menempuh jarak yang jauh menuju tempat mengajar,lewat jalanan becek juga tahan, mantaap

    ReplyDelete
  14. motor pertama yang orang tua pake juga honda.. hehee

    ReplyDelete
  15. Keren! Perjalanan meliput guru yang inspiratif menempuh jarak jauh untuk mengejar,

    Kupikir tadinya akan bercerita hanya satu atau dua orang guru

    ReplyDelete
  16. ya Allah jalanannya, bikin pengen nangis. inget dulu juga bapak sering boncengin motor kita ke sekolah, jalanannya rusak begitu trus motornya kuat gitu. iyalah, honda

    ReplyDelete
  17. Uwaa aku merinding loh baca perjuangan guru yang mengabdi untuk mencerdaskan bangsa. Aku berterima kasih sekali kak Linda sudah mau menceritakan cerita beliau-beliau ini yang jarang terekspos. Juga, terima kasih honda :")

    ReplyDelete
  18. Dari tulisan ini, aku justru fokus ke perjuangan dan pengorbanan guru yang demi muridnya rela berjalan jauh untuk mengajar.

    Melintasi bukit, genangan kubangan dsb, sungguh seharusnya guru sedari dulu harus lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah, terkhusus bagi para guru di daerah terpencil

    ReplyDelete
  19. Produk astra mah keren, tetep apik. Wah salut banget sama guru2nya tetep semangat ngajar meski jarak tempuhnya jauh banget. Kalian memang pahlawan tanpa tanda jasa

    ReplyDelete
  20. Salut dengan perjuangan para guru. Mereka memang pahlawan yang sangat berjasa bagi semua lapisan masyarakat. Tidak akan ada orang pintar jika tidak ada guru. Perjuangan untuk menempuh jarak yang jauh, ternyata tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencerdaskan anak bangsa ya...untung ada Honda yang bisa memudahkan. Saluut!

    ReplyDelete
  21. Honda di rumah ada dan tahan banting banget. Keinget dulu pernah ditabrak org dan mtr hondaku cuma rusak dikit dan punya dia malah parah. Honda emang banyak jasanya

    ReplyDelete
  22. Aku sekeluarga juga fans berat astra. Ketika sudah punya vario pun ibuku masih tetep sayang sama supra nya yg kata beliau tangguh banget di medan becek. Ternyata memang andalan di berbagai daerah ya. Terus semangat para guru di wilayah terpencil

    ReplyDelete
  23. Wah, Honda sangat membantu para pendidik di daerah susah transportasi ya ternyata. Keren nih Honda.
    Dan semoga, para pendidik itu selalu istiqomah mendidik dengan semangat :)

    ReplyDelete
  24. Jadi kalau main game ini butuh koneksi inet yang stabil gtu kah?
    Bug2 yg mengganggu itu penyebabnya krn apa ya?
    Mungkin nanti di masa mendatang game ini akan lbh diupdate versinya kali ya sama penciptanya :D

    ReplyDelete
  25. Honda emang dari dulu super banget...
    Sampai di daerahku semua merk motor di bilang Honda...

    ReplyDelete
  26. Honda memang motor andalan dalam segala keadaan, terlebih di daerah-daerah tertentu memang dikenal berkualitas dan nyaman digunakan.

    ReplyDelete
  27. meskipun di rumah ada beberapa kendaraan lain tapi sampe sekarang motor favorit suamiku juga Dari Honda loh, supra x dari jaman dia SMA sampe sekarang masih terawat banget

    ReplyDelete
  28. Produt dari astra ini sangat bagus kualitasnya serta mendukung segala kalangan mulak dr yg low menengah dan high.

    Saya sendiri pun sudah lama memakai produk honda astra dan memang bagus

    ReplyDelete
  29. Dulu pernah pengabdian masyarakat di desa yang lumayan pelosok banget untuk ukuran sekitar Bandung dan emang motor yang digunakan sama masyarakat daerah adalah honda. Kebetulan tempatnya ada di gunung, dan honda ini irit dan tentunya kuat menerjang berbagai medan

    ReplyDelete
  30. Inspirator bangsa yang handal, keren abiss...

    ReplyDelete
  31. ternyata banyak cerita juga yang disimpan oleh pahlawan tanpa tanda jasa ya kak...semoga membawa semangat untuk kitaa

    ReplyDelete
  32. Wah menarik fotonya mbak. Apalagi jalan di Seluma yang seperti itu perlu motor banget ya mbak

    ReplyDelete
  33. kalau lihat jalan jelek jadi keingat Enggano hehe.
    Untung motornya perkasa ya mbak, jadi ga ada gangguan mengajar

    ReplyDelete
  34. ruar biasa kisah para guru ini... astra juga ruar biasa ya!! sahabat semua lapisan masyarakat Indonesia! 😊

    ReplyDelete
  35. ruar biasa kisah para guru ini... astra juga ruar biasa ya!! sahabat semua lapisan masyarakat Indonesia! 😊

    ReplyDelete
  36. Kemudian kangen ngajar lagi, duh.

    ReplyDelete
  37. Kualitasnya udah nggak diragukan lagi, sih!

    ReplyDelete
  38. Mantap. Perjuangan guru2 emang luar biasa, untung ada produk dari Astra yang support perjuangan mereka :)

    ReplyDelete