17 October 2017

PROSEDUR PELAYANAN KARANTINA HEWAN

hewan kesayangan

Ada yang suka jalan-jalan ke luar daerah atau ke luar negeri dan suka membawa serta hewan kesayangan? Kalau begitu ada informasi penting yang perlu kita ketahui bersama, informasi tentang prosedur pelayanan karantina hewan.

KARANTINA

Seelum masuk ke pembahasan, kita ulas dulu sedikit tentang istilah-istilah yang ada di penjelasan selanjutnya nanti.

Karantina merupakan tempat pengasingan dan atau tindakan sebagai upaya masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan atau organisme pengganggu tumbuh dari luar negeri, ataupun dari daerah satu ke daerah lainnya di dalam negeri serta keluarnya dari Indonesia.

Sedangkan hewan di sini adalah semua binatang hidup di darat, baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar.

Bahan asal hewan adalah bahan yang berasal dari hewan yang bisa diolah lebih lanjut. Contohnya daging, susu, telur, madu, sarang burung walet/sriti, kulit dan lain-lain.

Hasil bahan asal hewan adalah bahan asal hewan yang telah diolah. Contohnya adalah bakso, sosis, daging sapi/daging ayam olahan.


ANTAR AREA KELUAR

Jadi nih, ada perbedaan prosedur antara karantina hewan liar, unggas, hewan kesayanagn, dan bahan asal hewan atau hasil bahan asal hewan. Kita bahas satu-satu.

Hewan Liar (mamalia, reptil, unggas liar)

Untuk hewan liar prosedur yang harus dilakukan adalah:
  1. Pemilik mengajukan permohonan pemeriksaan karantina dengan menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dai Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dari tempat asal dan dokumen SATS/CITES dari BKSDA setempat (Kemeterian Kehutanan).
  2. Menyerahkan hewan tersebut kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan karantina.
  3. Jika hewan tertular peyakit maka dilakukan tindakan perlakuan atau tidak bisa diberangkatkan.
  4. Jika hewansehat (tidak tertular peyakit) maka dilakukan tindakan pembebasan berupa pemberian Sertifikat Kesehatan Hewan ( KH-9).
  5. Melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.

Hewan Unggas 

  1. Pemilik mengajukan permohonan pemeriksaan karantina dengan menyertakan dokumen SKKH dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dari tempat asal.
  2. Menyerahkan hewan tersebut kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan karantina dan uji laboratorium.
  3. Jika hewan tertular penyakit maka dilakukan tindakan perlakuan atau tidak bisa diberangkatkan.
  4. Jika hewan sehat (tidak tertular peyakit) maka dilakukan tindakan pembebasan berupa pemberian Sertifikat Kesehatan Hewan ( KH-9).
  5. Melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.
Ternyata prosedur karantina untuk unggas dan hewan liar itu sama.

Hewan Kesayangan

Hewan kesayangan yang dimaksud di sini adalah anjing dan kucing. Ada satu point yang berbeda dengan poin-point di atas.
  1. Pemilik mengajukan permohonan pemeriksaan karantina dengan menyertakan dokumen SKKH dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dari tempat asal.
  2. Menyerahkan hewan tersebut kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan karantina dan uji laboratorium.
  3. Jika hewan tertular penyakit maka dilakukan tindakan perlakuan atau tidak bisa diberangkatkan.
  4. Jika hewan sehat (tidak tertular peyakit) maka dilakukan tindakan pembebasan berupa pemberian Sertifikat Kesehatan Hewan ( KH-9).
  5. Hnya untuk daerah-daerah yang diperbolehkan masuk Hewan Penular Rabies (HPR) sesuai dengan Kepmentan no.1096 tahun 1999.
  6. Melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.

Bahan Asal Hewan (BAH) / Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

  1. Pemilik mengajukan permohonan pemeriksaan karantina kepada petugas karantina.
  2. Menyerahkan produk karantina tersebut kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan karantina.
  3. Jika produk hewan tertular penyakit maka dilakukan tindakan perlakuan atau tidak bisa diberangkatkan.
  4. Jika produk hewan  sehat (tidak tecemar peyakit) maka dilakukan tindakan pembebasa berupa pemberian Sertifikat Sanitasi Produk Hewan ( KH-10).
  5. Melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.
Untuk wilayah antar daerah masuk sama dengan antar daerah keluar. Bedanya kalau hewan atau produk hewan yang kita bawa lolos pemerikasaan amak kita akan mendapat sertifikat Pelepasan karantina Hewan (KH-12). 

Semoga bermanfaat ya :)

15 comments:

  1. Dengan sertifikat kesehatan hewan pastinya kita lebih nyaman memelihara hewan ya mba..berasa aman n gak akan ketularan penyakit...tentunya.

    Produk hasil hewan itu kaya telur, sosis nugget, kornet gitu ya?

    ReplyDelete
  2. wah baru tahu ada karantina hewan segala. jadi lebih terjamin ya

    ReplyDelete
  3. oh ternyata ada juga tempat seperti karantina hewan ini.
    cumanuntuk hewan liar, apakah boleh dipelihara ya?
    apa beda kategori hewan liar dan hewan dilindungi?
    kalau dipelihara, apa bisa disebut liar ya? walaupun awalnya liar

    ReplyDelete
  4. Ternyata ada standar operasional prosedur juga ya untuk karantina hewan. Harusnya keluarga kucing di rumahku harus menjalani ini, semacam medical check up di manusia ya?

    ReplyDelete
  5. Kalau di kampung gini ada karantina hewan juga gak yaaa

    aku gak punya hewan kesayangan, adanya ternak Bapak dan gak mungkin dibawa kalau pergi2. Ya tetep waspada dan pasrah sama Tuhan kalau sampai ada yg ambil

    ReplyDelete
  6. Amazing!
    Ini dunia baru yang gak pernah aku tau sebelumnya.
    Cuma sering nonton film yang ngajak hewan peliharaannya travelling.

    Kayanya seru.

    Tapi hewannya stres ga yaa..diajakin jalan gitu?

    ReplyDelete
  7. Tapi setahuku kalo hewan piaraan rumahan gak cocok di karantina, takot streesss.

    ReplyDelete
  8. Wah.. ternyata ada aturan-aturan baku, ya. Saya baru tahu. Mungkin karena tidak memelihara hewan. ANak lanang sebulan ini memelihara ayam, sih, tapi ayam yan tak perlu dikarantina.
    Terima kasih sudah berbagi. Ini sangat bermanfaat dan sharable.

    ReplyDelete
  9. Lah, saya baru tahu. Saya pikir hewan itu mutlak tidak bisa dibawa terbang pas bepergian.

    Tapi prosesnya ribet juga, ya.

    ReplyDelete
  10. Wah Saya baru tau banget ada tempat untuk karantina hewan hihihi ternyata bawa hewan saat berpergian juga bisa dilakukan ya Mbak. Widya sih masih belum kefikiran untuk melihara hewan peliharaan semacam kucing dalam waktu dekat. Sekarang agi fokus melihara ikan aja. :D

    ReplyDelete
  11. Wah jadi tau deh, makasih yaaa mbak. Selama ini aku emang bertanya2 apa sih yg dilakukan oleh karantina hewan itu? Apakah dokter disana gabut? Hihi ternyata SOP-nya jelas banget yaaaa

    ReplyDelete
  12. Karantina emang jadi hal penting supaya penyakit ngga saling silang. Palagi jaman now banyak sekali penyakit hewan yg juga bebrbahaya bagi manusia. Harus hati hati banget supaya ngga sampe masuk penyakit jenis baru

    ReplyDelete
  13. Ini resmi ya untuk melakukan karantina hewan. Sampai harus mengajukan surat permohonan seperti itu. Kira kira nanti hewan hewannya diapain yaa.

    ReplyDelete
  14. Ternyata gak semudah itu membawa serta hewan peliharaan ikut berpergian ya... perlu di karantina dahulu. Tapi memang iya sih, untuk mencegah penularan penyakit dan mencegah penyebaran wabahnya.
    Etapi kalau saya lebih memilih menitipkan pada pet shop dari pada bawa hewan bepergian, ribet hehehe

    ReplyDelete
  15. weee..kalo dipikir-pikir wajar sih dengan prosedur segitu, soal nya kalo dipertimbangkan ;lagi ya sebanding dengan resiko,Nice info :3

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES