Friday, 4 August 2017

Kapan Nikah? (Jodohku Bagian 1)

Cerita kita kali ini adalah tentang kalimat:

"Kapan nikah?"

Mengerikan sekali, itu adalah kalimat tanya mengerikan yang akan dilontarkan kepada kita (termasuk aku) saat sudah menyelesaikan pendidikan dan bekerja. Sebenarnya ini adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian orang-orang di sekitar kepada kita. Tapi, akan menjadi momok menakutkan saat kita jomblo. Benar kan mblo? :D

Tenang saja mblo, aku juga pernah merasakan hal yang  sama, aku tahu apa yang kalian rasakan hehehee......

Setiap kumpul keluarga, kumpul dengan teman-teman, kumpul dengan teman kerja pertanyaan yang terlontar tak akan jauh-jauh dari jodoh. Mereka mengatakan bahwa menikah itu penting. Bersama lebih baik daripada sendiri, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh katanya, bahkan kalimat sakral itupun dibawa-bawa. 

Bulan-bulan pertama mendapatkan pertanyaan ini hati kesal, terpikir dalam hati. "Ah, nih orang resek banget! Nanyain terus, ngasi solusi juga gak". Tapi semua sedikit berubah saat aku mulai berpikir sehat. Yup, mereka peduli denganku. Mereka kasihan melihat ada seorang wanita cantik dan imut-imut yang jomblo.

Orang-orang benar, kita memang membutuhkan pendamping. Hal ini mulai aku rasakan saat satu per satu teman-teman di bangku sekolah, kuliah dan kantor menikah. Hampir setiap menghadiri pernikahan mereka aku datang sendirian, atau datang kompakan dengan teman-teman, atau menculik salah seorang teman yang sedang tidak ada kerjaan. Ifo dan Rina adalah sebagian dari korban penculikan. Berbeda dengan teman-teman kantor yang datangnya rata-rata sudah berdua bahkan bertiga atau berempat.

Oh ia, setelah menghadiri banyak pesta pernikahan aku mulai mengamati perbedaan wajah orang yang sudah menikah dan yang masih sendiri. Aku melihat ada suatu hal unik yang terdapat pada wajah mereka yang sudah menikah.

Kalian tahu itu?

Aku melihat ketenangan dan kebahagian. Berlebihan tidak? Rasanya tidak, ini memang benar. Kalau yang broken home tolong dikesampingkan dulu ya hehehehhe, itu kan kasus itu. Orang-orang yang aku lihat itu adalah keluarga normal. Aku akhirnya mengatakan, okeh aku akan menikah tapi belum tahu kapan :D

Jadi saat ada yang bertanya = kapan nikah ze? 

Aku menjawab dengan begitu santai = saat ada orang yang berani mendatangi ayah dan melamar.

Biasanya orang yang bertanya akan tersenyum-senyum geli.


14 comments:

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES