03 May 2017

Jalan-jalan ke Pasar Pagi di Pasar Panorama

Minggu pagi pukul 07.00 WIB tanggal 30 April 2017 aku ikut Ibu ke pasar Panorama. Aku ikutan dengan semangat bekobar dan niat akan ambil banyak foto untuk ikutan tantangan nulis serempak Blogger Bengkulu di Bulan April 2017. Rencananya sih hasil foto dan perjalan akan aku posting di blog paling lambat malamnya pada pukul 23.00 WIB. Ciee....... lalu kapan akhirnya aku posting tentang pasar? Kalian memang pintar. Iyap, hari ini tertanggal 2 mei 2017. Bolehlah ya gayanya ikutan ke pasar pagi dan cekrek sana sini ternyata baru posting sekarang. Tak apalah ya, mohon dimaafkan teman-teman Blogger Bengkulu yang penting niatnya sudah ada heheee....

Jadi apa yang aku dapat sewaktu cekrak cekrek?

Indikator kemakmuran Bengkulu
Betul kata orang bahwa geliat ekonomi di pasar adalah indikator kemakmuran di suatu daerah. Sebuah daerah yang makmur tentu pasarnya akan ramai dengan transaksi jual beli. Nah...alhamdulillah transaksi jual beli yang aku temui sewaktu ikut ibu ke pasar cukup ramai.

Asik

Belive me, belanja di Pasar Pagi Tradisional itu menyenangkan. Kita bisa pilah pilih barang, lihat sayur-sayur segar dan menghirup udara segar.


Cukup Lengkap
Pasar Pagi Panorama terbilang cukup lengkap, tersia beranaeka ragam sayur, ikan-ikanan, bumbu, peralatan dapur, pakaian, maianan, perlengkapan kecantikan, cemilan, tanaman sayur yang sudah dalam pot, daging-dagingan, telur-teluran, lengkaplah pokoknya.

Keanekaragaman
Jika kita memperhatikan sebiah pasar, salah satunya Pasar Panorama. Maka kita akan melihat sebuah keanekaragaman. Ada berbagai macam suku di sini, kebanyakan penjual daging ayam berasal dari Lintang, para penjual sayur kebanyakan orang Medan, para penjaja kue kebanyakan dari suku Jawa dan Serawai, ini yang terlacak, menurutku ini unik.


Segar
Jika kalian mencari sayuran segar maka di sinilah tempatnya, sayuran yang dijual di pasar pagi Panorama biasanya dibawa langsung dari Kepahiyang  dan Curup, atau hasil tanaman masyarakat di kitaran Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.

Murah
Karena kebanyakan dijual langsung oleh petani sayurnya atau sambutan pertama maka biasanya harga sayuran di sini akan lebih murah dari harga siang hari atau tempat lain.
Kotor 
Pasar Panorama masih menyisakan PR besar untuk diselesaikan. ada sudut-sudut pasar ini yang masih “KOTOR”, sampah berserakan dimana-mana, sebenarnya ini adalah PR bersama. Pemerintah bertugas memberikan penyadaran kepada para penjual dan para penjual juga seharusnya sadar untuk tidak mengotori pasar. Selain itu sepertinya pemerintah juga punya PR untuk membenahi keadaan infrastruktur pasar yang terbilang masih parah.


Semrawut
Pasar pagi ini sungguh tidak teratur. Jarak antar pedagang terlalu dekat sehingga terkadang kita sebagai pembeli sedikit susah lewat. Kalau aku sih aku anggap seru-seruan, loncat-loncat dikit seperti sedang bermain. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang sudah tua? Mereka pasti repot.


Ditambah lagi dengan bercampurnya jalur angkot, parkir tebal dan pejalan kaki. Klop sekali, ini membuat jalanan macet. PR kita bersama untuk mencari solusi agar pasar ini tetap ada tetapi dengan kondisi yang lebih baik.

Ulasan tentang pasar di Bengkulu bisa juga dibaca di blog teman-teman Blogger Bengkulu berikut:
Mildaini = www.mildaini.com
Ahmad Kumaedi =  www.kumaseo.com

11 comments:

  1. terkadang, belanja di pasar tradisional memang lebih asik daripada di pasar modern. lebih terasa suasana khas merakyat ya..

    ReplyDelete
  2. Yup, betul. Kadang mmng belanja d pasar tradisional itu asik

    ReplyDelete
  3. Rame banget ya, tapi ya wajar namanya juga pasar. Aku kalau lihat pasar suka teringat masa-masa kecil. Di mana dimasa dulu diajak ke pasar aja, senangnya bukan main.

    Yang aku lebih suka belanja disini, serasa lebih bebas mlih aja, dan tentu ada perbedaan antara pasar dan supemaket.

    Sebagai seorang blogger, kemanapun perginya tentu akan jadi bahan tulisan :)

    Oh ya, sepertinya aku baru kesini. Btw, salam kenal ya :)
    #SalamBlogging :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehheee...ia, sama

      salam kenal juga :)

      Delete
  4. hehe dulu males banget yang namanya ke pasar.. tapi lambat laun mulai menikmati.. seneng aja liat aktivitas orang-orangnya. baik yang jualan maupun yang beli

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagian sekarnag dah wajib ya mbak hehehehehee...dah jadi wanita dewasa soalnya :D

      Delete
  5. hehe dulu males banget yang namanya ke pasar.. tapi lambat laun mulai menikmati.. seneng aja liat aktivitas orang-orangnya. baik yang jualan maupun yang beli

    ReplyDelete
  6. Aku malah selalu suka dengan pasar, sebecek apapun, sayuran disana masih segar dan tidak terlalu mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia, cocok untuk penghematan mbak :D

      Delete
  7. Panorama bagus jika ditata ulang . .bangga belanja dipaaar hhe

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES