14 October 2016

Cerita Dari Kelas Inspirasi Al Marjan Bengkulu

“Kenapa KOTAKU mi? Kok tidak KOTAMI saja?”. Pertanyaan ini sungguh membuat aku senyum-senyum sendiri. Sebuah pertanyaan yang keluar dari seorang anak kelas 3 SD.


Ini kedua kalinya aku mengikuti kegiatan kelas inspirasi di Kota Bengkulu. Pertama kali kemaren aku mengikuti kegiatan kelas inspirasi pada bulan April 2016. Aku tahu tentang kegiatan ini melalui sebuah akun facebook, pada akun tersebut ada postingan tentang sebuah kegiatan yang menurut ku asik. Kelas Inspirasi mengajak orang-orang yang telah bekerja meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang pekerjaan mereka di sekolah.

Hal ini dilakukan karena tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan adalah untuk mengenalkan berbagai macam profesi yang ada. Agar tidak semua anak ingin menjadi dokter, polisi atau pekerjaan umum lainnya. Kan pada umumnya kalau kita bertanya; “kamu mau jadi apa?” maka jawaban umum anak-anak adalah “aku mau jadi dokter!”. Masih jarang yang mengatakan “aku mau jadi programmer”, atau “aku mau jadi blogger kelas dunia”, atau “aku mau jadi travel agent umroh”, atau “aku mau jadi pimpinan PT.Pelindo 2”, atau “aku mau menjadi pembuat pesawat seperti Pak Habibie” apalagi kerja di KOTAKU, KOTAKU saja anak-anak belum tahu bagaimana bentuknya hehe…

Kalian harus tahu tentang dunia kerja KOTAKU nak……..aku putuskan ikut kegiatan Kelas Inspirasi.

Sasaran kegiatan Kelas Inspirasi sebenarnya adalah sekolah-sekolah dasar di daerah atau di pinggiran kota. Karena kemungkinan mereka belum mengetahui berbagai jenis pekerjaan lebih besar dibanding dengan anak-anak di kota. Tetapi kok bisa kami menyelenggarakan kegiatan Kelas inspirasi di SD IT Al Marjan Kota Bengkulu yang berada di tengah kota? Jadi ceritanya sebulan sebelum kegiatan aku dihubungi oleh seorang teman. Nizon bernama Malito Junizon (Nizon), Nizon adalah seorang Dai Muda Bengkulu dan ternyata juga seorang pengajar di SD IT Al Marjan. Nizon meminta kegiatan Kelas Inspirasi diadakan di sekolah Nizon. Menurutnya kegiatan kami sangat baik untuk anak-anak, anak-anak akan kenal dengan berbagai macam profesi dan nanti anak-anak dapat menentukan arah cita-citanya dari sekarang.

Sebenarnya aku sudah memeritahukan pada Nizon bahwa sekarang sedang tidka ada agenda Kelas Inspirasi, tetapi setelah ngobrol-ngobrol aku setuju juga dengan diadakannya kegiatan ini. Aku memberitahukan teman-teman di Kelas Inspirasi terkait permintaan Nizon. Ternyata teman-teman di Kelas Inspirasi menyambut baik permintaan tersebut. Walau tidak banyak profesi yang bisa ikutan dan waktu yang mepet membuat kami tidak membuka pengumuman untuk perekrutan relawan pengajar serta fotografer. Kami memutuskan datang ke SD IT Al Marjan pada tanggal 24 September 2016.

Pada tanggal 24 September kami datang ke sekolah pada pukul 07.00 WIB, saat itu sekolah sudah ramai dan ceria. Pukul 08.00 kami disambut dengan acara pembukaan oleh pihak sekolah, dari pembukaan kami mengetahui bahwa kegiatan kami dibarengkan dengan kegiatan seminar parenting orang tua siswa. Kami disambut dengan sangat baik. Benar-benar dijamu, padahal sebenarnya di kegiatan Kelas Inspirasi kami tidak diizinkan merepotkan pihak sekolah lho. Tapi ini kami benar-benar tidak minta, inisiatif mereka sendiri yang menyediakan spanduk, acara penyambutan serta snack-snack itu. Kalau kata orang itu rezeki anak manis hehe.. 
Acara Pembukaan

Selesai pembukaan anak-anak dibagi menjadi 3 kelas besar. Kelas 1, 2 dan 3 dibagi menjadi 2 kelas. Kelas 4, 5 dan 6 digabung menjadi satu kelas. Satu kelas diisi oleh teman-teman Asosiasi Arsitek Indonesia, satu kelas diisi oleh Robi dan Nisa, sedangkan satu kelas lagi diisi oleh Dina dan aku. Pukul 08.30 WIB kami masuk ke kelas.

Kelas yang aku masukki ini sungguh lucu, anaknya imut-imut sekali. Kelas dibuka dengan perkenalan. Sok muda membuat Dina dan aku keceplosan menyebut diri kakak. Padahal di SD ini panggilan untuk pengajar wanita adalah umi dan pengajar pria adalah abi. Untung Martha segera mengingatkan agar kami dipanggil umi. Syahdu sekaliiiiii…………………………..aku pun akhirnya dipanggil “Umi Zeze”. Serasa sudah punya banyak anak :D

Aku dan anak-anak Al Marjan 
Dina mengisi kelas pada 30 menit pertama dan aku kebagian 30 menit terakhir. Kami menceritakan tentang profesi kami masing-masing. Kami mencertakan profesi kami dengan cerita, gambar serta permainan. Kami juga meyelingi kegiatan dengan ice breaking. Anak-anak sangat suka dengan bagian ice breaking. Please deh nak yah, ini hanya selingan. Inti dari kegiatan ini adalah cerita yang kami sampaikan :)

Sesuai perkiraan aku sebelumnya, anak-anak pada bengong saat aku memperkenalkan diri dan mengatakan kalau aku bekerja di program KOTAKU. Bahkan ada yang langsung menyahut, kenapa KOTAKU mi? Kok tidak KOTAMI saja? Haduh…anak-anak yang lain menyambut pertanyaan ini dengan senyum-senyum kuda. Aku pun menjelaskan apa itu bahwa KOTAKU adalah singkatan dari Kota Tanpa Kumuh, sedikit kurang nyambung jika disingkat KOTAMI. Aku pun mulai menjelaskan tentang dunia kerja ku sebagai Asisten Manajemen Data di KOTAKU. Selain menjelaskan tentang profesi masing-masing, aku juga menanamkan pada anak-anak bahwa menjadi apapun nanti kita harus bersikap jujur, semangat belajar, bekerja keras, dan selalu ingat Tuhan.

Bercerita dengan anak-anak lucu memang membuat waktu berjalan tanpa terasa. Kami hampir tidak menyadari bahwa kami sudah menghabiskan hampir setengah hari kami di sekolah. Kami senang anak-anak menyambut kami dengan positif, mereka senang. Bahkan seminggu setelah kegiatan ada anak yang add FB serta menanyakan kabar ku, rasanya senang sekali. Selesai mengisi di kelas kami meminta anak-anak meuliskan cita-cita mereka di selembar kertas origami, ternyata mereka memiliki cita-cita yang luar biasa. Ada yang bercita-cita menjadi Imam Masjidil Haram lho, walau ada juga yang malah galau.

Acara penutup diisi dengan ucapan terimakasih dari pihak sekolah dan ucapan terimakasih dari kami. Diakhiri dengan salam-salaman serta bonus nasi bungkus. Terimakasih SD IT Al Marjan, kami sudah disambut dengan sangat baik dan diberikan waktu untuk dapat berbagi cerita dengan anak-anak cerdas itu. Semoga nanti anak-anak SD IT Al Marjan akan menjadi orang-orang yang sukses dan berkepribadian baik, aamiin.

Foto di Kelas Dina dan Aku
Foto di kelas Nisa dan Robi

Penutupan
Kelas Inspirasi SD IT Al Marjan Bengkulu, 24 September 2016.
Panitia: Meggy dan Martha
Pengajar: Dina, Nisa, Robi, Zefy dan teman-teman dari Asosiasi Arsitek Indonesia.

Fotografer: Eldo

4 comments:

  1. wah, saya mau dong diajak ke acara ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran mbak? Kalau beneran ntr kalau ada KI lgi insyaallah ze kbrin :)

      Delete
  2. Replies
    1. kalau mau undang-undang kami mas dani, japri WA boleh juga

      Delete

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES