Tuesday, 7 June 2016

Pesan mantan play boy tahun 90an

Kemaren sore aku mampir ke rumah seorang kerabat dekat, niatnya menjalin silaturahmi di bulan Ramadhan. Sudah lama memang rasanya tidak mampir ke rumah Wak ku yang ganteng ini. Seusai solat ashar di masjid depan kantor aku langsung berangkat ke rumah tujuan. Sesampainya di rumah beliau suasana sepi tetapi kendaraan yang terparkir di garasi menunjukkan bahwa kemungkinan pemilik rumah ada di dalam. OK, aku pencet saja bel rumah....

Ting nong......Assalamu'alaikum, begitu bunyi bel nya, lucu juga. Aku senyum-senyum sendiri dan duduk di kursi teras menunggu ada yang keluar. Tak lama kemudian Wak keluar membuka pintu rumah dan langsung duduk bersamaku di teras. Dimulai dengan sapaan seorang ponakan kepada Waknya, hheeeee....salam cium tangan lalu kami ngobrol-ngobrol. Awalnya saling bertanya kabar, kegiatan sekarang dan lalu tentu saja Wak masuk ke pertanyaan yang banyak ditakuti oleh para jomblo (termasuk aku). Wak mulai nanyain "Kapan?". Haahahahhahaaa.....sebuah kata dengan tambahan tanda tanya yang sangat menggugah jiwa.

Cobalah ya, dimana-mana nanyain kapan :D

Aku bilang saja "Belum tahu Wak, kalau Wak ndak bantu carikan calonnyo boleh". Ini adalah sebuah jawaban pamungkas. Supaya yang nanya jangan hanya nanya, siapa tahu para penanya ini bisa memberikan solusi konkrit untuk para jomblo, benar kan?

Wak senyum-senyum tuh terus ketawa-ketawa. Beliau biilang agar aku rajin-rajin solat sunnah, terus ikhtiar. Kalau ada suka sama cowok disuruh nembak duluan, jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh........................... ini jauh sekali dari sifat ku, benar-benar saja. Terus beliau bilang kita itu selagi single alias belum menikah tidak masalah punya banyak teman dekat. Kita kan berhak memilih yang terbaik, begitu katanya. "Minimal 2 yo Zef"! Ini benar-benar menggelikan, aku disuruh nembak cowok duluan terus minimal 2 lagi. hahhaaa.....

Beliau bilang dulu waktu beliau masih muda di era 90an pacarnya banyak, beliau terkenal sebagai seorang play boy. Tapi ya itu, beliau bilang kita itu harus memilih yang terbaik. Jadi pesannya kita jangan marah-marah jika cowok/cewek kita dekat dengan orang lain, mereka juga berhak menentukan yang terbaik. Kecuali kalau sudah menikah, baru boleh marah jika pasangan kita dekat dengan lawan jenis. Bahasan tentang ini masuk 1 jam, aku pamit pulang. Jika tidak aku akan tambah tertekan saudara-saudara, aduuuhhhh....

Aku juga sudah membuat kesimpulan obrolan:
1. Dekatlah dengan banyak cowok (ngaco)
2. Selagi belum menikah persilahkan cowok mu dekat dengan cewek-cewek lain (ngaco)
3. Jangan berkunjung di jam lapar, karena obrolan akan ngelantur dan bisa jadi kau tersiksa hahahhahahaa (50% benar)

Bagaimana dengan kalian? Setuju dengan pendapat beliau? Aku mah masih skeptis :D












No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES