01 February 2012

Membagi anggur (abunawas)


Suatu ketika, rakyat Baghdad heboh soal pembagian buah anggur dari kerajaan Mesir. Baginda Hrun Alrasyid bingung alang kepalang, karena kerajaan anggur itu di istana Baginda Harun. Tak hanya itu, anggur yang ada hanya tiga karung, jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah rakyatnya. Baginda Harun diam sejenak sambil menghela nafas panjang.
“Prajurit, cepat panggil Abunawas sekarang juga!” perintahnya kemudian. Tak lama kemudian, Abunawas segera datang menghadap baginda Harun.

“Abunawas, aku minta kau segera berfikir cepat dan cerdas. Bagaimana caranya membagikan tiga karung anggur itu secara adil, pada seluruh rakyat Baghdad!” perintah baginda Harun dengan nada tinggi. Abunawas kontan menelan ludahnya.

Abunawas segera berdiri di depan rakyat Baghdad. “Saudara-saudara rakyat Baghdad, sesungguhnya Baginda kita Harun Alrasyid adalah raja yang sangat adil. Ia tak ingin seorangpun rakyat Baghdad tak kebagian anggur hebat dari mesir ini. Baginda Harun ingin sekali membagi anggur pemberian ini secara adil dan merata. Masalahnya, mesir hanya memberi kita tiga karung anggur saja!” ujar Abunawas di depan rakyat Baghdad dengan suara lantang.

“Tentu saja, semua anggur-anggur ini akan dibagikan secara adil dan merata!” jawab Abunawas santai.

“Psssst, Abunawas,,,, bagaimana caramu membagikannya?” bisik Baginda Harun panik. “Setiap orang akan mendapatkan satu biji anggur, untuk ditanam di ladang mereka. Pasti semua kebagian, karena dalam setiap buah anggur ada banyak sekali bijinya,” jelas Abunawas meyakinkan. Baginda Harun diam saja sambil mangut-mangut.

“Kelak biji anggur yang rakyat tanam akan tumbuh menjadi pohon anggur yang pasti juga berbuah lezaaaat dan hebat seperti ini. Buah anggur dari pohon anggur yang mereka tanam itu jumlahnya pasti lebih dari sekedar tiga karung ini,” tegas Abunawas.

“Wow, luar biasa sekali! Berarti tiap satu orang saja dapat menghasilkan banyak buah anggur dari pohon anggur yang mereka tanam. Padahal banyak sekali benih biji anggur yang dapat ditanam. Hm….., betapa melimpahnya buah anggur di Baghdad kelak, luar biasa!”.

“Tapi, untuk membagi biji-biji anggur itu, kita harus terlebih dahulu mengambilnya dari daging anggurnya. Lalu, bagaimana dengan daging buahnya? Sayang sekali kalau dibuang begitu saja bukan?” timpal seorang menteri.

“Jangan kawatir, daging buah sebanyak sebanyak tiga buah itu dapat kita olah menjadi roti anggur yang banyak dan pasti luar biasa enak. Hamba pikir itu pasti pekerjaan yang menyenangkan bagi juru masak istana. Roti anggur yang banyak itu tentu saja dapat kita bagikan pada seluruh rakyat,” jelas Abunawas sekali lagi. 

“Pastinya dengan pohon anggur yang banyak di Baghdad kelak, sudah pasti Baghdad menjadi Negara penghasil anggur yang besar. Hebat kau Abunawas! Ayo, segera kita bagikan saja biji-biji naggur itu pada rakyat, agar mereka segera bisa menanamnya!” seru Baginda Harun.

Mendengar seruan itu rakyat Baghdad langsung bersorak. Mereka senang, tidak hanya bisa mencicipi kelezatan anggur Mesir, tetapi kelak mereka bias memetik anggur hasil tanaman mereka sendiri.

2 comments:

  1. pinter juga si abunawas. tadinya saya cuma mikir anggurnya bakal dibikin semacam sirup biar bisa diminum semua rakyat.

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES