17 January 2011

Mereka Berhak Pintar


Ayah saya adalah seorang guru
Kakek saya adalah seorang guru
Ayahnya kakek juga seorang guru

Pertanyaanya, mengapa saya memberitahukannya? Karena saya ingin memberitahukan bahwa dari merekalah saya mengetahui sistem pendidikan di negeri ini, dari zaman penjajahan saat kakek moyang saya mengajar sampai sekarang, saat ayah saya juga menjadi seorang guru.

Ayah saya adalah seorang guru di SMP yang sama sekali tidak terkenal dan siswanya sedikit. Pembaca tahu artinya? Artinya sekolah ini adalah sekolah minim buku, sebuah sekolah tanpa laboratorium IPA apalagi laboratorium bahasa dan komputer. Sangat menyedihkan. Suatu saat ada jam kosong (salah seorang guru tak masuk karena sakit), ayah berinisyatif mengajak anak-anak untuk membaca tetapi hal itu tidak dapat dilaksanakan, mengapa? Karena ayah baru sadar bahwa sekolah ini adalah sebuah sekolah tanpa perpustakaan. Kasihan sekali anak-anak itu, bagaimana mereka bisa pintar jika tak memiliki ilmu pengetahuan.

Didorong rasa kasihan dengan nasib  anak-anak di sekolah, kepala sekolah dan seluruh staff sekolah berusaha mengusulkan bantuan buku untuk sekolah. Tetapi apa yang terjadi? Semuanya sia-sia, katanya sekolah ayah tidak bisa menerima bantuan karena siswa sekolah tidak mencapai 200 orang. Oh…. Ternyata pendidikan baik di indonesia hanya untuk sekolah yang jumlah siswanya banyak toh, saya jadi tahu. Ini baru buku sobat, apalagi jika sekolah ayah mau minta laboratoruim mungkin sama dengan pungguk merindukan bulan. Sekolah ayah terletak di daerah perkebunan di kaki bukit, warga di sana memang sangat sedikit jadi akan sangat sulit untuk menggenapkan jumlah siswa sekolah sampai 200 orang. Mungkin saja itu terjadi tetapi berpuluh tahun kemudian setelah warga masyarakatnya banyak dan artinya perkebunan di sana sudah beregenerasi menjadi perumahan. Kok tidak sekolah di tempat yang lebih baik saja? Terlalu jauh sobat, itulah jawabannya.

Hal ini sangat kontras dengan siswa yang sekolah di sekolah nomor satu di provinsi, mereka berlimpah buku dan memiiki peralatan sekolah yang lengkap. Mulai dari laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, kamera cctv, lapangan olahraga, lapangan upacara dst. Bahkan saking lengkapnya mereka memiliki sebuah laboratorium komputer tak terpakai, karena laboratorium yang lain sudah lengkap. Tanya kenapa? Itu karena siswanya melebihi 200 orang. Sebagian besar anak yang sekolah di sini adalah anak orang mampu dan mereka memiliki otak-otak encer. Otak-otak encer ini juga membuat sekolah kebanjiran bonus dari pemerintah dan kalangan lainnya. Beruntung sekali mereka. Adakah yang memiliki solusi untuk masalah ini?

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 · ZARLINDA | THEME BY RUMAH ES